Kecanduan gaming online di kalangan siswa telah berkembang menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius. Meskipun gaming dapat memiliki manfaat kognitif, konsumsi berlebihan dapat mengarah pada gangguan perilaku yang parah. Siswa yang kecanduan sering kali mengabaikan tanggung jawab sekolah, hubungan sosial, dan bahkan kebutuhan dasar seperti tidur dan makan untuk terus bermain. Fenomena ini sering kali didorong oleh desain game yang memicu dopamin dan kebutuhan akan pencapaian sosial dalam game.
Konsekuensi jangka panjangnya termasuk penurunan kinerja akademik yang drastis, isolasi sosial, gangguan tidur, dan peningkatan agresi. Penting untuk mengidentifikasi gejala awal dan melakukan intervensi dengan menetapkan batas waktu yang ketat, mendorong hobi kehidupan nyata, dan, jika perlu, mencari bantuan profesional.